Achmad Noeman

Sebuah karya bangunan yang cantik dan megah serta elegan ataupun unik sekalipun, pastinya ada seseorang yang membuatnya yakni disebut arsitek. Namun memang tak dapat dipungkuri, bahwa banyak masyarakat yang tak mengetahui siapa dibalik bangunan-bangunan yang mereka kagumi tersebut. Di Tanah Air tercinta kita ini, terdapat beberapa gedung atau bangunan-bangunan yang terkenal, ternyata dirancang oleh anak bangsa sendiri. Salah satu arsitek ternama di Indonesia adalah Achmad Noe’man. Berikut biografi singkatnya:

Arsitek

Achman Noe’man lahir pada tanggal 10 Oktober 1924 di Garut. Sang ayah bernama H. Muhammad Jamhari yang merupakan saudagar sekaligus pendiri Muhammadiyah Garut. Sehingga sebagai ulama Muhammadiyah, dituntut untuk mendirikan fasilitas pendidikan, berupa sekolah, asrama, hingga masjid. Sang anak pun memperhatikan pekerjaan ayahnya, dan mulai tertarik untuk menjadi seorang arsitek.

Achmad Noeman

Achman Noe’man memulai masa pendidikannya di Hollandsch Inlandsche School (HIS) Budi Priyayi Ciledug, Garut. Pada masa saat ini, jenjang tersebut setingkat dengan Sekolah Dasar. Setelah lulus, Noeman melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang setingkat SMP, yakni¬† Meer Uitgebreid Lager Onderweijs (MULO). Akibat perpindahan kekuasaan pada masa itu yang telah direbut kembali oleh Tanah Air, MULO Garut terpaksa harus ditutup, sehingga Noe’man melanjutkan di MULO Jogjakarta.

Di kota Jogjakarta, ia melanjutkan ke SMA (Sekolah Menengah Atas) Muhammadiyah, Jogjakarta. Disaat Indonesia memasuki masa revolusi, anak kedelapan dari ketiga belas saudara ini bergabung dalam Divisi Siliwangi, dan bertugas di Jakarta, sambil melanjutkan sekolahnya di SMA Republik.

Lulus SMA, Noeman langsung meneruskan pendidikannya Universitas Indonesia di Bandung yang merupakan cikal bakal Institut Teknologi Bandung (ITB), dan memilih jurusan bangunan Fakultas Teknik Sipil, lantaran tak terdapat jurusan Arsitektur. Seusainya mengenyam pendidikan di ITB, Noe’man sejatinya ingin pergi ke Kentucky, Amerika Serikat untuk mengambil program master. Namun Noe’man lebih memilih tetap di Indonesia, dan membuka biro arsitektur Birano (Biro Arsitek Achmad Noeman), yang juga sekaligus menjadi dosen pengajar di ITB.

Masjid Salman

Tepat pada tahun 1959, Noe’man merancang bangunan tempat ibadah umat Islam, yakni masjid. Tetapi berbeda pada umumnya, masjid rancangannya tak menggunakan tiang, dan kubah. Dan masjid tersebut diberi nama Masjid Salman, sesuai instruksi Presiden masa itu, Ir. Soekarno. Hasil karya lain dari Achmad Noe’man ini adalah antara lain:

  • Masjid Amir Hamzah Taman Ismail Marzuki
  • Masjid Islamic Center (Jakarta)
  • Masjid Amir Hamzah Taman Ismail Marzuki, Masji at-Tin

Namun hasil karyanya tak hanya berada di dalam negeri saja. Melainkan juga sudah sampai mancanegara, yakni Soeharto di Bosnia dan Masjid Syekh Yusuf di Cape Town, Afrika Selatan. Lantaran sering membuat rancangan masjid tanpa kubah, Achman Noe’man dikenal sebagai Sang Arsitek Seribu Masjid. Tokoh arsitek Indonesia ini tutup usia pada tahun ini, tepatnya pada tanggal 4 April 2016 lalu.